HIKAYAT DEWA MENDU
Konon
tersebutlah kisah Semandung Dewa Raja di kayangan mempunyai dua orang putera
yang bernama dewa mendu dan Angkara Dewa. Putra nya sangat ingin turun kebumi
yang mana sangat dilarang bagi orang kayangan untuk turun kebumi.
Dengan tidak mengindahkan larangan
orang tuanya, dewa mendu pun turun kebumi. Menyadari tidak adanya dewa mendu
ditengah keluarga kayangan, maka Semandung Dewa raja mengutus Angkara Dewa
untuk mencari Dewa Mendu kebumi.
Setelah mencari berbulan-bulan,
akhirnya bertemulah kedua saudara tersebut dan mereka berkelana bersama. Hingga
tibalah mereka di jalan raya titian batu.
Adapun Raja yang memerintah didaerah
tersebut adalah Raja Langka Dura. Diketahui nama negaranya adalah Negeri Anta
Pura. Baginda adalah seorang raja yang sangat adil serta bijaksana.
Baginda
memiliki seorang putri yang sangat cantik jelita yang bernama Putri Siti
Mahadewi. Kecantikannya sangat termahsyur keseluruh pelosok bumi hingga
terdengar sampai ketelinga raja Negeri Anta Syina yang bernama Raja Lak
Semalik.
Raja
Lak Semalik mengutus rombongan kepercayaannya untuk meminang Siti mahadewi.
Karena perbedaan agama dan kepercayaan maka ditolaklah pinangan tersebut.
Raja
Lak Semalik sangat murka, maka diutus lah Jin kepercayaannya untuk menyihir Siti
Mahadewi menjadi gajah putih.
Raja
Langkadura sangat berduka, maka dibuanglah gajah putih yang tidak lain adalan
putri Siti Mahadewi ke hutan.
Didalam
hutan bertemulah gajah putih dengan dewa mendu dan angkara dewa. Gajah putih
memohon dikembalikan kewujud aslinya kepada dewa mendu. Dengan kesaktiannya
dewa mendu mengobati gajah putih kembali kewujud Putri Siti Mahadewi yang cantik jelita.
Maka
kembalilah sang Putri kekerajaan nya bersama kedua saudara tersebut.
Sesampainya dikerajaan, sang raja menikahkan putri siti mahadewi dengan dewa
mendu. Selang beberapa waktu Raja mengumumkan mengundurkan diri karena uzur dan
menyerahkan tampuk kekuasaannya kepada Dewa Mendu.
Berita
tersebut sampai ditelinga Raja Lak Semalik, karena masih sakit hati maka diutus
lah jin kepercayaannya untuk menculik Putri Siti Mahadewi. Jin dengan sihirnya berhasil membuang dewa
mendu dan angkara dewa, tetapi gagal menculik siti mahadewi. Tetapi Siti
mahadewi tersesat dihutan karena melarikan diri.
Dilain
kisah dewa mendu dan angkara dewa dibuang dilaut Qalsum, Tetapi kedua saudara
tersebut hilang ingatan akibat benturan keras saat terjatuh, hingga akhirnya ditolong oleh dua jin yang
tidak lain sahabat kedua saudara tersebut. Hingga mengantar kan mereka kesebuah
mahligai yang dihuni seorang putrid yang cantik jelita bernama Nila Rena. Dia
adalah Putri dari kerajaan Raja Majusi. Alhasil timbullah benih cinta antara
dewa mendu dan Nila Rena.
Maka
dinikahkan kedua insane tersebut, selang beberapa waktu diserahkan lah tampuk
kekuasaan kepada dewa mendu yang diberi gelar Raja Muda.
Dilain
tempat, siti mahdewi pun melahirkan putra yang dikandungnya dan diberi nama
Kilan Cahaya. Anak ini dilatih silat oleh tiga dewa sahabat siti mahdewi hingga
dewasa. Suatu hari bertanyalah kilan cahaya pada ibunya perihal bapaknya.
Setelah panjang lebar menjelaskan, bertekadlah Kilan Cahaya untuk mencari
ayahnya.
Sampailah
kilan cahaya di suatu negeri yang ternyata adalah negeri tempat ayahnya
berkuasa. Bertemulah kedua anak dan ayah tersebut dan diajaknya lah kilan
cahaya keistananya.
Diputuskan
lah mereka untuk ketempat ibunya siti mahdewi bersama rombongan raja muda ikut
beserta nila rena. Setelah bertemu dalam pertemuan yang mengharukan, mereka
akhirnya sepakat untuk kembali ke kerajaan Anta Pura. Karena memiliki dua
kerajaan maka diputuskan oleh dewa mendu untuk berada 3 purnama dikerajaan anta
pura dan 3 purnama di kerajaan raja majusi.
Alkisah
dilain tempat ada seorang raja Firmansyah yang membuat perjanjian dengan raja
beruk. Perjannjiannya berhubungan dengan permasisuri nya yang sedang mengidam
mempelam tangkai embun milik raja beruk yang merupakan mustika berharga milik
kerajaan beruk. Raja beruk member syarat bila anak tersebut lahir maka setelah
3 purnama anak tersebut harus diserahkan kepada kerajaan beruk.
Lahirlah
permaisuri Raja Firmansyah seorang putrid yang cantik jelita diberi nama Putri
Mayang Mengurai. Setelah 3 purnama maka diserahkan lah putrid tersebut kepada
raja Beruk. Setelah bertahun-tahun permaisuri Raja Firmansyah bersedih hati atas
nasib putrinya. Maka dibuatlah sayembara, barang siapa yang berhasil
menyelamatkan putri nya, jika lelaki maka akan dinikahkan dengan putri mayang
mengurai. Jika perempuan maka akan diangkat menjadi anak.
Maka
terdengarlah sampai ketelinga datuk baginda Alam yang sifat dan akal nya penuh
tipu muslihat yang orang-orang sudah tahu kelakuannya. Disuatu tempat pergilah
Datuk Baginda Alam ke kerajaan Beruk. Diperjalanan dia bertemu Kilan Cahaya,
dan mengajak Kilan Cahaya untuk menyelamatkan Putri Mayang Mengurai.
Dengan
kesaktian Kilan Cahaya maka terselamatkan lah putri Mayang Mengurai. Tetapi
Datuk Baginda Alam ini memiliki tipu muslihat untuk mengelabui Kilan Cahaya
untuk mendapatkan putrid Mayang Mengurai. Hingga tibalah Datuk Baginda Alam
bersama Putri mayang Mengurai ke kerajaan Raja Firmansyah setelah mengelabui
Kilan Cahaya.
Sesuai
janji sang Raja maka akan dinikahkan sang putrid dengan Datuk Baginda Alam.
Akan tetapi setelah sang Putri Mayang Mengurai menceritakan kejadian
sebenarnya, maka murka lah sang raja. Diutuskan untuk mencari Kilan Cahaya, dan
kembalilah Kilan cahaya ke kerajaan Raja Firmansyah.
Maka
dinikahkannya lah sang Putri Mayang Mengurai dengan Kilan Cahaya. Dipanggillah
ayahanda Kilan Cahaya dewa mendu bersama keluarga besarnya dari kerajaan Anta
Pura.
Disaat
melangsungkan pernikahan, raja Lak Semalik beserta seluruh anggota kerajaan
menyerang kerajaan Anta Pura. Mendengar hal itu maka disusun lah rencana
bersama kerajaan lainnya untuk menyelamatkan kerajaan Anta Pura.
Maka
berhasil lah Raja Lak Semalik ditawan. Sebelum dihukum pancung, Raja Lak
Semalik menyuruh Angkara Dewa menyelamatkan Putri Khairani yang pernah diculik
dulu. Maka pergi lah Angkara Dewa untuk menyelamatkan Putri Khairani untuk
dikembalikan ke kerajaannya Baginda Raja Bakhairani. Maka baginda pun
menikahkan keduanya setelah merasa cocok.
Alkisah
setelah sekian lama dewa mendu turun kebumi, hasrat dewa mendu untuk kembali
kekayangan menjumpai ayahandanya Semandung Dewa semakin menggebu-gebu. Sebelum
kembali ke kahyangan, Dewa Mendu melantik Kilan Cahaya menjadi raja di Negeri
Anta Pura.
Setelah
bermohon dan berpesan kepada anak dan istrinya bahwa suatu hari jika keadaan menghendaki maka pasti ia akan
turun kembali kebumi. Maka melayanglah Dewa Mendu naik ke kayangan meninggalkan
bumi yang penuh dengan aneka ragam kejahilan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar